Senin, 20 Agustus 2007

Masa Sekarang dan Masa Depan

Perih, kudengar panggilanmu sayang.
Demi sebuah mimpi, penderitaan demi penderitaan harus dialami. "Mungkin aku tak sekuat yang kau sangka,kawan", kataku lirih. Saat ini aku gontai berjalan sendiri disini...(Minnervaplain, 20 agustus 2007)

Paragraph kepedihan ini akhirnya meluncur tak terkendali dari relung hatiku. Jari-jemariku yang semestinya me-representative-kan hatiku justru menggodaku untuk menari dan melupakan kepedihan hati ini. Meski tak berhasil!.

ternyata meraih kesempatan...
tak semudah kusangka.....
waktu yang berlalu...
dan jarak masih saja terbentang...

Penggalan bait lagu Belahan Jiwa-nya Kla Project menyadarkanku pada moment tarik menarik antara masa sekarang dan masa depan yang membuahkan penderitaan. Sungguh aku ingin memandang lebih objective penderitaanku. Lalu kuberkata pada diriku sendiri "Yan..ini adalah konsekuensi atas harapan pada masa depan. Sandarkan saja pedihmu jika kamu tak mampu menanggungnya. Lihatlah Belahan Jiwamu lebih kuat dari dirimu. Suatu saat dia akan bangga padamu, seperti kata Mas Yok". SEMOGA...

Tidak ada komentar: