Suatu saat aku
Mencoba untuk mengutuk tuhan
Sungguh aku kecewa kepadaMu
Ketika aku merasa Dia tak lagi memihakku
Ternyata..
Aku juga semakin sadar untuk
Memaknai memihakpun aku semakin naif
Bagaimana aku bisa melakukannya
Ketika aku terjopok aku mulai meliriknya..
Pada titik dimana
Allah menegurku
Aku semakin kuat
Kuterdesak sekaligus aku beruntung
Ini adalah buku besar yang tiada taranya
Sungguh ini...
Adalah lautan dengan segala kedalamannya
Penanya adalah segala ciptaannya
Dan langit adalah pengetahuan yang tertinggi
Bagaimana mungkin aku bisa
Berpikir aku celaka
Sementara ini adalah teguran indah
Betapa ini adalah kasih sayang yang luas
Seluasnya di mana tak ada manusia yang akan mengukurnya
Terima kasih ya Allah
Kini aku semakin tahu
Bahwa aku hanyalah budak
Yang sekarang mencoba meminta balas kasihmu kembali
Terima kasih ya Allah
Kini aku merasa sangat dekat
Sedekat perasaan ini menemuimu di setiap detik yang telah diKau hitung
Abdul Azis Rasjid
Maastricht, 15 Agustus 2007
Kulanggar janjiku hanya untuk mempertegas bahwa aku tidak pernah berjanji
ketika aku ingin melakukannya lagi, ini adalah puisi untukmu sekedar mengingatkan
bahwa aku akan selalu mendukungmu...semangatlah....
Kamis, 16 Agustus 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar