Kamis, 16 Agustus 2007

Terimakasih Sobat...Jefri


Dear Yanny,

Ada asa mendamba masa,
Ada purnama menghitung hari,
Ada hati mendamba pulang,
Ada cinta menunggu di sana,

Kisah seorang Ibu yang sangat bijak,
Tak mau membiarkan anak "datang" saat orang 17an,
Karena dia tahu saat itu orang sibuk dengan "nusantara"
Dan topic happy birthday akan tenggelam,

Kisah seorang ayah nan bersahaja
Ketika mendengar kisah seorang putri ke kincir,
Mungkin dia terenyuh dalam dada,
Membayang sederet "perjuangan" masa lalu
Membayang untaian hari nan tak pasti,
Yang diakhiri dengan "senyum bangga"
Mungkin saat ini dia berkata
"anakku sudah melunasi hutang sakit hati Indonesia masa lalu,

Nun jauh di bumi pertiwi
Seorang putri kecil ,
Dalam nada penuh tanya,
Seakan tak percaya apa kata Papanya
Tentang sang Ibunda nun jauh di negeri Kincir
Mendulang ilmu merangkai kebijakan,

Mungkin dia bertanya,
Apa yang kau cari Bu ?
Apa yang mau kau dapatkan bunda?
Ada yang tertinggal di sini,
Di sini, di rumah ini,
Saat Ibunda tergesa gesa melipat tiket,
Sekali mendaratkan ciuman,
Dan kereta api kejam itu membawanya ke Jakarta,
Kata Ibu ada masa depan di Jakarta,

Kadang lelaki itu termenung sendu,
Membayangkan sang kekasih hati yang penuh cita cita
Menahan sang kekasih berarti kesempatan hilang
Tapi melepas pergi....ah semuanya penuh misteri

Senada dalam kegembiraan mu hari ini
Tiada kata yang lebih indah dariku
Selain "doa kecil"
Semoga panjang usia,
Diberi kelimpahan dunia dan surgawi di masa ini dan masa mendatang,
Semakin dicintai anak,
semakin dicintai sang suami,
dan semuanya


HAPPY BIRTHDAY MY FRIEND

Sorry ya Bu De, aku kog kayak sok tahu aja kalau yang di Indon merasa begitu,
So, tetap semangat ya.

Tidak ada komentar: