13 agustus...
Tanpa kukehendaki akhirnya hari itu tiba juga. Waktuku berkurang dan umurku bertambah. Disini, di negeri orang, aku melewati hariku tanpa pelitaku. Namun cinta dan sayang mereka, kurasa begitu melimpah. Alhamdullillah Tuhan, ucapku bersyukur.
Dari jauh pelitaku membakar lilin, mengirim foto dan berdoa untukku. Pesta kecilpun digelar, meski hanya sepenggal kertas yang mewakili kehadiranku, namun simbol kasih sayang ini lebih bermakna dari simbol cinta Taj Mahal di India.
Terasa betul kekosongan itu. Namun apa daya, jarak membatasi fisik kita. Untunglah, hati kita tak terbatasi oleh ruang. Pelita kecilku turut mengambil peran. Meski belum mampu berucap secara verbal mempertanyakan dan mencari jawab "mengapa?", namun dia merasakan ketidakbiasaan.
Ya..anakku..
waktu memang bergulir.....
Sekarang kita berada disini,
di jalan ini.
dengar... dengarlah anakku
dengarlah aku dengan hatimu...
bicara...bicaralah anakku...
bicaralah denganku dengan hati...
Niscaya...kamu akan memahami hangatnya kasih kita
waktu memang berjalan...
ruang memang terbatas..
namun hati kita tak terbatas ruang dan waktu...
anakku...
terimakasih kamu telah memberitahuku makna waktu dan kehadiranmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar