Sabtu, 01 September 2007

Aku adalah PerempuanMu

Pujanggaku..sungguh berat hidupku jauh dari kasihmu. Rasanya onak dan duri mulai menyakitiku. Menusuk lengan dan kakiku, bahkan hatikupun mulai dilukainya. Kubayangkan..kau rawat lukaku dengan kasihmu, kau balut kesakitanku dengan cintamu...Kuingin katakan penderitanku, melalui kejujuranku, agar kau mengerti bahwa aku adalah perempuanmu.
(Fideolelaan, 1 September 2007)

Sekarang, dikesendirianku, kutulis bait kerinduanku melalui not-not komputer, yang juga terrenyuh menyaksikan kesendirianku. Kutak mau menghitung hariku, karena bagiku hariku adalah kesepianku. Penderitaanku.

Kekasihku...
kubertahan disini dengan luka kerinduan. Kata kita, "ini demi masa depan". Kekasihku..
kutahu kaupun merasakan hal yang sama. Kesendirian dan kerinduan yang makin menganga.

Sungguh jika boleh kupinta pada waktu..aku akan memintanya mengulang waktuku, ketika aku tak bersedia pertaruhkan hidupku disini, sendiri. Aku menikmati masa laluku, bersamamu, kekasihku. Meski tanpa suara, hati kita dekat. Ada kebahagian yang membuncah. Kebahagiaan orang Jawa yang "mangan ora mangan asal ngumpul".
Aku memang perempuan Jawa yang menikmati kesederhanaan cintamu. Kuingat masa lalu, ketika kita memulai merasa sesuatu yang beda dalam pertemanan kita, ketika rasa itu akhirnya berujud cinta yang jarang kau umbar. Namun kucoba memahami cinta dari seorang pujanggaku, yang akhirnya menitiskan Sekar-ku.

PS.
Salam buat LelakiKu...

Tidak ada komentar: