Disini jam 20.28 pm,
Di Amstelven ini, matahari mulai beranjak surut,
Namun tidak untuk belahan bumi yang lain,
Matahari masih akan setia melintasi jalannya
Tak henti dan tak lelah.
Dia tetap menjadi dirinya,
Meski dia tahu, sisi bumi yang lain menjadi gelap setelah ditinggalkannya
Pohon-pohon bergerak perlahan
Mengikuti irama puisi Sapardi yang telah diubah menjadi lantunan musik indah
Di balik tirai ini kupahami kesendirianku
Menghayati perjalananku di titik ini
Lalu kumengeluh tajam...
Bagaimana bisa kucinta kotamu
Jika dari awal kutemui ketidaksesuaian
Bagaimana kudamai disini
Jika dari awal kutemui ketidakdamaian
Melebur laksana curahan besi
Atau membakar besi menjadi curahan..
Kurasa ini bukan pilihan buat aku...
Karena kumau aku tetap disini,
sampai akhirnya aku harus pergi..
Kuingin aku menjadi aku, kataku lirih berbisik pada angin
(sudut kamar Fideolelaan, lantai 8, 19 agustus 2007)
Rabu, 12 September 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar