Sabtu, 27 Oktober 2007

Berteman dengan Kematian

kutulis puisi kematian...tetapi Tuhan tak mengijinkan aku mengirimkan kabar kematian. Karena pada saat kumemberitakannya, dia lenyap ditelan kebodohan.

Uh...rasanya mempat duniaku, diujung ketidak ada harapan. Dan mungkin aku harus mencari dunia lain yang menawarkan kehidupan yang lain, yang tak menindas keberadaanku.

Rasanya mudah sekali membunuhku...jika kau mau kaupun bisa melakukannya. Pupuslah harapanku... maka aku akan mati.
Dan sekarang tak ada lagi harapan dikehidupanku.

Apa lagi yang diharapkan oleh Bunda yang kesepian yang tak lagi ada harapan.

Tidak ada komentar: