Sabtu, 10 November 2007

Pesan Buat Matahari Kecilku

Sayang...hari ini kegelisahanku kembali membayangiku. Memikirkan kehidupanmu tanpaku. Tapi semestinya itu tidak kulakukan karena engkau adalah titipanNya. Ada yang lebih berhak dariku. Dia adalah Tuhan.

Matahari kecilku, lelaplah tidur nak. Esok engkau akan kembali menyinari kehidupanku. Mungkin kau mulai lelah menunggu kedatanganku, tapi dengarlah suara hatimu, bahwa aku dekat denganmu. Sangat dekat, tak berjarak.

Berkatalah dengan hati kita sayang. Lalu buang kerisauanmu, dan jangan takut melangkah karena engkau dijaga Sang Hidup. KepadaNyalah kutitipkan engkau. Bermainlah esok sayang, dan yakinlah cintaNya lebih agung dan mulia dari sekedar cintaku disini.

Sayang...kau adalah matahari kecilku...dan akan selalu begitu. Engkau memberiku semangat untuk terus mendekatimu. Jadi jangan risau sayang, itu adalah hukum alam, dimana aku terikat erat dalam kehidupanmu.

Kepada Sang Maha Penjaga,
Atas nama kemahaanMu, kuserahkan matahari kecilku. Diatas kesadaran posessif kemanusiaanku, kutitipkan ia padaMu.
Disini sesungguhnya kusadar ketidakmampuanku. Aku yang naif dan merasa memiliki hidup atas matahari kecilku. Namun sekarang kemahaanMu menyadarkanku.

Kepada Sang Maha Pelindung
Setelah kutitipkan matahari kecilku. Lindungi dan Jagalah dia seperti kau lindungi dan kau jaga kekasihMu. Dan ijinkan aku kembali memeluk matahari kecilku suatu hari nanti.


(amstelveen, Amsterdam, 14.19)

Tidak ada komentar: