Gila...!!! judul ini kutemukan dalam draft- blogku yang belum sempat kuselesaikan. Hanya sebait kalimat yang kutemukan "Autum datang sebulan yang lalu, menggantikan.... (dan stop)". Artinya tulisan ini kubuat tepat setahun yang lalu. Saat autum pertamaku dinegerinya Geert Wildert dan Ritta Verdonk, dua politikus Belanda yang lagi naek daun dengan pesan-pesan kontroversinya.
Hari ini, adalah autum keduaku. Dan dalam hatiku terbesit keinginan meneruskan topik tulisan tahun lalu, tentang Autum.
Autum adalah my favorite weather, tahu napa? ada beberapa pasal yang membuatku jatuh cinta pada musim ini.
1. Daun yang berubah warna, gak cuma sekedar hijau, merah kuning, coklat tua, coklat muda dll. tiap daun akan memiliki karakteristik tersendiri. mereka individu yang unique...(kaya cara pandangan anthropologist..he..he...)
2. Nyanyian daun bisa kita dengar, ketika kita berjalan di hutan, melewati guguran daun yang jatuh. Uh cuntik banget. Itu sebabnya kulewatkan tiap mingguku diawal autum untuk berjalan di hutan. Andai masa ini bisa kulewati bersamamu...
3. Cuaca yang unpredictable. tiba-tiba setelah hujan, akan datang sinar matahari yang cantik,atau terangnya bulan di"waktu sore".
Secara pribadi, autum memberiku kesadaran "kesatuan alamiah pohon". Perubahan warna daun yang pada akhirnya akan gugur, memberi arti kesediaan untuk bersabar, menanti kesempatan. Autum adalah saat daun harus jatuh, dan dahan serta ranting menunjukkan dimensi keindahannya. Jika daun mempertahankan diri untuk tetap melindungi ranting, dia akan menderita dan pada akhirnya membawa bencana pada seluruh hidup pohon.
Bersedia gugur dan memberi kesempatan yang lain muncul, adalah proses alamiah yang mengajariku untuk melihat hatiku. Ranting yang jarang terlihat akan menunjukkan kekuatannya untuk survival dan protection. Tahan diterpa angin dan salju dan untuk melindungi pohon. Hingga pada akhirnya daun akan muncul kembali di musim semi.
(Bunda, with Love for Sekar...)
Hari ini, adalah autum keduaku. Dan dalam hatiku terbesit keinginan meneruskan topik tulisan tahun lalu, tentang Autum.
Autum adalah my favorite weather, tahu napa? ada beberapa pasal yang membuatku jatuh cinta pada musim ini.
1. Daun yang berubah warna, gak cuma sekedar hijau, merah kuning, coklat tua, coklat muda dll. tiap daun akan memiliki karakteristik tersendiri. mereka individu yang unique...(kaya cara pandangan anthropologist..he..he...)
2. Nyanyian daun bisa kita dengar, ketika kita berjalan di hutan, melewati guguran daun yang jatuh. Uh cuntik banget. Itu sebabnya kulewatkan tiap mingguku diawal autum untuk berjalan di hutan. Andai masa ini bisa kulewati bersamamu...
3. Cuaca yang unpredictable. tiba-tiba setelah hujan, akan datang sinar matahari yang cantik,atau terangnya bulan di"waktu sore".
Secara pribadi, autum memberiku kesadaran "kesatuan alamiah pohon". Perubahan warna daun yang pada akhirnya akan gugur, memberi arti kesediaan untuk bersabar, menanti kesempatan. Autum adalah saat daun harus jatuh, dan dahan serta ranting menunjukkan dimensi keindahannya. Jika daun mempertahankan diri untuk tetap melindungi ranting, dia akan menderita dan pada akhirnya membawa bencana pada seluruh hidup pohon.
Bersedia gugur dan memberi kesempatan yang lain muncul, adalah proses alamiah yang mengajariku untuk melihat hatiku. Ranting yang jarang terlihat akan menunjukkan kekuatannya untuk survival dan protection. Tahan diterpa angin dan salju dan untuk melindungi pohon. Hingga pada akhirnya daun akan muncul kembali di musim semi.
(Bunda, with Love for Sekar...)