Jam 10.35 aku sudah stand by di depan laptopku dengan headset nempel di kuping. Kuikuti alunan teriakkan doa dan lagu ultah diseberang benua. Hari ini putri kecilku ultah ke-3. Memang gak seharusnya ultahnya dilakukan pada tanggal ini, 26 april, tapi semestinya 28 april. Semua berubah hanya karena alasan praktis. Orang-orang dewasa disekitarmu memiliki agenda kesibukan sendiri pada tanggal 28, so there are no time to celebrate your b'day.
Tak banyak kata yang bisa kukatakan kecuali doa dan pikiran tentang kita.
Aku adalah satu diantara orang dewasa yang berada dihidupmu, yang mencoba merefleksikan hubungan kita. Kamu secara social memang anakku, tapi jiwamu dan jiwaku adalah jiwa yang semestinya bebas dari kontruksi sosial. Aku belajar dari jiwamu, dan kamu belajar dari jiwaku, lalu jiwa kita belajar dari jiwa-jiwa yang lain.
Buku pangeran kecil karya Antoine de Saint dengan planet kecilnya adalah buku yang suatu hari nanti akan aku bacakan buat kamu, biar aku bisa memahami duniamu sedikit saja. Aku yakin aku akan belajar dari caramu berkhayal seperti juga pangeran kecil meminta orang dewasa menggambar biri2 yang dikehendakinya.
Anakku ajari aku tentang duniamu dan maafkan aku jika aku salah menafsir khayalanmu. Tapi tentulah jiwaku dan jiwamu akan belajar bersama.
Sabtu, 26 April 2008
Selasa, 08 April 2008
my dream is unspoken love
This night I dream about you. It was bad dream. The piety is the dream was series continuestly like a movie. With your innocent face, you request permition to marry with another women. oh...bad..bad..dream...
Why I am so worry about the dream. Really, it just a dream. I dont think it will happen. We have spent more that 13 years together. Like the Rumi poem to describe the love and lover.
Really man, I want to hold you close like a lute, thus the world will understand how deep our unspoken love. I believe that my dream is the way my love to be ascribed.
Why I am so worry about the dream. Really, it just a dream. I dont think it will happen. We have spent more that 13 years together. Like the Rumi poem to describe the love and lover.
we are the mirror as well as the face in it
we are tasting the taste this minute of eternity
we are pain and cures pain, both
we are the sweat cold water and the jar that pours
Really man, I want to hold you close like a lute, thus the world will understand how deep our unspoken love. I believe that my dream is the way my love to be ascribed.
Langganan:
Postingan (Atom)