Pagi ini berita menyedihkan datang dari rumah; Kelincinya Sekar "si Rabit" hilang. Aduh kasian sekali kelinci yang kaki kirinya diffable itu. Jangan-jangan dia diambil orang dan sudah di sate. Beberapa hari ini si Rabit memang dibiarkan liar di halaman rumah untuk mencari rumput, tapi malam ketiga dia raib.
Seketika seisi rumah bersedih. Kelinci itu adalah hadiah ulang tahun dari Mbak-nya Sekar yang lama (karena sejak lebaran lalu, pekerja dirumah kami berganti lagi, biasa sindrom lebaran...).
Sudah sekitar setahun ini kelinci manis itu menemani Sekar bermain. Bahkan makan-pun mereka bersama. Kalau Sekar gak mau makan sayur, maka secara diam-diam Sekar memberikan ke Rabit. Si Rabit ini memang sudah mengenal civilization. Dia tinggal bersama kami tanpa kandang, dan tahu batas teritorinya; dia gak pernah masuk rumah yang berteras. Dia juga pemakan segala, termasuk kerupuk, roti dan daging.
Sementara Sekar meminta ayahnya mencari si Rabit yang tak diketahui lagi rimbanya, si Ayah hanya bisa berjanji akan ada kelinci baru buatnya.
Oh Sekarku sayang...sabar ya nak..tak semua yang kita miliki itu langgeng. there are not eternity.
Rabu, 22 Oktober 2008
Selasa, 21 Oktober 2008
AYo SemanGat
Ayo SeManGat !!!
Aduh, kalau males lagi datang, gak ketulungan malesnya...
Gimana caranya supaya Males cepAt berlalu.
Ayo Dua article lagi.. terus Ngedit Tulisan. Besok versi Kedua harus sudah Jadi.
Agenda yang lain..harus Jalan juga..Gak boleh ditunda lagi...
Mesti Pergi ke Gementee urus resident permit...waduh...
Ayo Bunda...Kamu PAsti Bisa...
Aduh, kalau males lagi datang, gak ketulungan malesnya...
Gimana caranya supaya Males cepAt berlalu.
Ayo Dua article lagi.. terus Ngedit Tulisan. Besok versi Kedua harus sudah Jadi.
Agenda yang lain..harus Jalan juga..Gak boleh ditunda lagi...
Mesti Pergi ke Gementee urus resident permit...waduh...
Ayo Bunda...Kamu PAsti Bisa...
Langganan:
Postingan (Atom)